Sorry, Reject Lho!

Di bursa tidak jarang kita temui saham yang naik 25% atau bahkan 50% dalam sehari. Trus, kadang kita mau jual saham ketinggian–direject. Mau beli terlalu rendah juga direject. Nah, itu namanya Auto Rejection-batas harga jual beli maksimum saham dalam satu hari.

Alasan utama pemberlakuan ini adalah agar kenaikan/penurunan saham tidak terlalu ekstrem. Khususnya penurunannya-agar investor ga panik. Kalo turun terus maka auto reject di level tertentu, atau stop…ga boleh jualan lagi. Seringnya saham yang nutup di auto reject dipenjara keesokan harinya alias suspen-diberhentikan sementara.

Batasan auto rejection yang berlaku saat ini:

 

Patokan harga Auto Rejection berpedoman pada:

1. Harga Previous untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa;
2. Harga Pra-Pembukaan bila terbentuk harga pembukaan di Pra-Pembukaan.
3. Harga Teoritis untuk saham yang sudah diperdagangkan di Bursa yang  melakukan tindakan korporasi (Corporate Action);
4. Harga perdana untuk saham Emiten yang pertama kali diperdagangkan di Bursa;
5. Harga wajar yang ditetapkan oleh pihak independen untuk saham yang berasal dari Perusahaan Publik atau saham dari Bursa lain.
6. Auto rejection saham yang baru tercatat di bursa (hari pertama) adalah 2x parameter di atas.

Saham PGAS pernah auto reject ke bawah. Sedih banget waktu itu, ga bisa berbuat apa-apa. Namun setelah itu naek kembali. TMPI terkenal beberapa kali auto reject ke atas…banyak yang happy, tapi abis itu semuanya (maybe sedikit yg survive yg ga greedy) tersungkur sedih.

Punya pengalaman saham yg dibeli nutup di auto rejection level? Sharing Dong..?

Tinggalkan Balasan